Rezi, Tetap Ceria Tetap Tertawa

 

Muhammad Putra Fahrezi, 9, anak yang hobi bermain bola tersebut tak sempurna secara fisik,
tapi masih tetap bermain, masih tetap ceria dan tetap tertawa.
Rezi, begitu dia biasa dipanggil, kehilangan kedua kaki dan beberapa jari tangannya
akibat kecelakaan kereta beberapa tahun lalu, tapi dia tak pernah minder dan selalu menunjukkan semangat
setiap harinya.

Rezi yang tinggal bersama ibu, kakak perempuan, paman dan kakek-neneknya di
rumah mungil di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, itu selalu menjadi salah satu
anak yang meramaikan lapangan bola diantara gedung-gedung pencakar langit di area
perkantoran Ibu Kota itu bersama teman-teman seusianya yang lain.

Walaupun fisiknya terbatas, Rezi tak pernah mengeluarkan keluhan dari mulutnya,
seolah tak ada derita pada dirinya. Semangatnya itu membuat Rezi disenangi anak-
anak lain, dan Rezi menjadi salah seorang yang selalu diajak bermain. Sama seperti
seolah Rezi tak mempunyai keterbatasan, anak-anak lainnya tak membedakan sikap
terhadap Rezi, dia menjadi penjaga gawang dalam permainan si kulit bundar, dia
menepis, dia menangkap, dia memberi instruksi, dia bersiaga, dan dia
bersama teman-temannya, dia tetap ceria dan tetap tertawa.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: