Antara Indonesia dan Malaysia, Melintasi Selat Malaka

Indonesia dan Malaysia, negeri serumpun tapi berbeda itu, salah satu titiknya dipisah Selat Malaka,
berjarak hanya sekitar lima jam dengan transportasi kapal, masyarakat keduanya saling berdatangan dengan berbagai alasan.

Dari segi budaya dan kehidupan masyarakatnya, tak banyak yang berbeda, hal ini juga yang akhirnya seringkali
menjadi gesekan antar kedua warganya. Masing-masing merasa memiliki, kebanyakan dari mereka yang keturunan
keturunan negeri tetangganya.

Tapi bukan itu yang ingin disoroti disini, lebih ke bagaimana jurang pemisah kemajuan antar-kedua masyarakatnya.
Dari segi fasilitas pelabuhan saja, harus diakui negara tetangga itu lebih pesat kemajuannya dibanding kita
yang lebih dahulu merdeka mereka.

Pelabuhan Klang (Port Klang) yang merupakan gerbang menuju Malaysia lewat air, pantas membuat warganya
tepuk dada, karena Pelabuhan Teluk Nibung, Tanjungbalai, SUmatra Utara belum dioptimalkan, padahal pelabuhan
merupakan visual pertama yang akan dilihat pengunjung dari negara lain, pelabuhan akan menjadi contoh bagaimana
keadaan suatu negara.

Dua kali perjalanan bolak-balik kapal ferry berkapasitas sekitar 100 orang antara Port Klang-Pelabuhan Teluk Nibung
mengangkut warga Indonesia dan Malaysia saling berkunjung. Satu hal yang sangat mencolok dari perjalanan itu
adalah alasan mereka melakukan perjalanan itu, jika warga Malaysia menjadi wisatawan,
maka kebanyakan warga Indonesia menyeberang dengan alasan ekonomi, mereka adalah para tenaga kerja.

Kita boleh berbangga dengan kekayaan alam yang menarik wisatawan berbondong-bondong, tapi rasanya kita menjadi
kurang bersyukur dengan kekayaan yang tuhan turunkan itu, karena buktinya hal itu belum bisa membuat warganya
hidup layak di negeri sendiri, tapi harus mencari sesuap nasi di tanah air orang, dan tak jarang harkat derajat
kita direndahkan. Bangsa besar ini malah sibuk dengan korupsi yang membelit hampir seluruh segi kehidupan,
hingga bahkan urusan pemakaman pun dijerat kasus nista itu.

Semoga Indonesia tak lupa sejarahnya, dimana bangsa Bugis berlayar ke berbagai arah angin di muka bumi, namanya
dikenal dimana-mana, rempah-rempahnya dicari siapa saja. Dan semoga kita tak lupa, bagaimana bangsa Bajo berjaya
di lautan, menaklukkan tiap jengkal perairan, bersahabat dengan ikan-ikan, menaklukkan badai dan topan.

2 thoughts on “Antara Indonesia dan Malaysia, Melintasi Selat Malaka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: